Berita Olahraga Bola, UBOcash – AC Milan kabarnya berencana mengakhiri kontrak kerja sama dengan Adidas pada musim panas 2018. Berarti, musim ini akan menjadi yang terakhir bagi AC Milan menggunakan seragam Adidas sesudah 20 tahun kebersamaan mereka.

Adidas dan AC Milan Berencana Putus Kontrak

Kontrak dengan Adidas sejatinya masih berlaku hingga tahun 2023 mendatang. Tetapi, seperti dilaporkan La Gazetta dello Sport, Adidas dan Milan memilih untuk memutus kontrak itu lebih cepat lima tahun.

Kontrak lama itu bernilai 20 juta euro per musim, tetapi Adidas dikatakan tak begitu puas dengan hasil penjualan jersey Milan yang tak sebanding dengan Juventus, yang nilai kontraknya tak berbeda jauh (23 juta euro). Apalagi pencapaian Milan sepanjang berkiprah pada beberapa tahun terakhir juga tak bisa dibilang memuaskan.

Situasi itu membuat pihak Adidas kabarnya ingin menurunkan nilai kontrak, sedangkan AC Milan pastinya tak ingin penghasilan mereka berkurang. Buntutnya, pemutusan kerja sama lebih awal memang berpotensi terjadi.

AC Milan sendiri sejauh ini masih belum mengklaim laporkan itu. Apabila benar, maka Milan harus mendapatkan pengganti Adidas sebagai penyuplai jersey dan perlengkapan tim untuk musim depan.

Calciomercato melansir, Milan sedang melakukan perundingan dengan New Balance dan Under Armour, dua perusahaan apprel asal Amerika Serikat yan relatif anyar di industri sepakbola.

Kolaborasi antara Adidas dan Milan bermula dari tahun 1998 yang langsung menghasilkan Scudetto pada musim debut itu. Total pada dua dekade terakhir, Milan mampu memenangi tiga gelar juara Serie A, satu Coppa Italia dan dua Liga Champions.Adidas dan AC Milan Berencana Putus Kontrak

AC Milan kabarnya berencana mengakhiri kontrak kerja sama dengan Adidas pada musim panas 2018. Berarti, musim ini akan menjadi yang terakhir bagi AC Milan menggunakan seragam Adidas sesudah 20 tahun kebersamaan mereka.

Kontrak dengan Adidas sejatinya masih berlaku hingga tahun 2023 mendatang. Tetapi, seperti dilaporkan La Gazetta dello Sport, Adidas dan Milan memilih untuk memutus kontrak itu lebih cepat lima tahun.

Kontrak lama itu bernilai 20 juta euro per musim, tetapi Adidas dikatakan tak begitu puas dengan hasil penjualan jersey Milan yang tak sebanding dengan Juventus, yang nilai kontraknya tak berbeda jauh (23 juta euro). Apalagi pencapaian Milan sepanjang berkiprah pada beberapa tahun terakhir juga tak bisa dibilang memuaskan.

Situasi itu membuat pihak Adidas kabarnya ingin menurunkan nilai kontrak, sedangkan AC Milan pastinya tak ingin penghasilan mereka berkurang. Buntutnya, pemutusan kerja sama lebih awal memang berpotensi terjadi.

AC Milan sendiri sejauh ini masih belum mengklaim laporkan itu. Apabila benar, maka Milan harus mendapatkan pengganti Adidas sebagai penyuplai jersey dan perlengkapan tim untuk musim depan.

Calciomercato melansir, Milan sedang melakukan perundingan dengan New Balance dan Under Armour, dua perusahaan apprel asal Amerika Serikat yan relatif anyar di industri sepakbola.

Kolaborasi antara Adidas dan Milan bermula dari tahun 1998 yang langsung menghasilkan Scudetto pada musim debut itu. Total pada dua dekade terakhir, Milan mampu memenangi tiga gelar juara Serie A, satu Coppa Italia dan dua Liga Champions.