Berita Olahraga Bola, UBOcash – Kompetisi Liga Italia Serie A mulai bergulir, dan laga AS Roma yang bentrok dengan Udinese jadi pembuka kompetisi pada hari Sabtu malam. Dalam laga tersebut AS Roma menang telak 4-0 atas Udinese. Kemenangan telak ini sekaligus merupakan “sinyal” ancaman dari AS Roma bagi klub-klub lain yang jadi saingannya.

Bermain di hadapan ribuan pendukungnya yang fanatik, Sabtu Malam (20/8), AS Roma menang mutlak 4-0 atas tamunya Udinese. Di babak pertama keperkasaan AS Roma belum terlihat, berkat penampilan kiper Udinese Orestis Karnezis yang cukup cemerlang. Beberapa kali bola tembakan keras Edin Dzeko dan Mohamed Salah berhasil diselamatkan Karnezis dengan baik. Alhasil hingga babak pertama berakhir kedudukan tetap sama kuat 0-0.

Keunggulan Sang Serigala – julukan AS Roma – baru terlihat di babak kedua. Pesta gol AS Roma yang jadi tuan rumah, dimulai dengan dua gol pinalti yang dieksekusi Diego Perotti menit 65 dan 75. Pinalti pertama diberikan wasit karena Danilo, palang pintu Udinese melanggar keras Edin Dzeko. Sedangkan pinalti kedua karena Emmanuel Badu, gelandang bertahan Udinese mengganjal Mohamed Salah.

AS Roma Bungkam Udinese 4-0

Edin Dzeko yang ditransfer dari Manchester City mencetak gol ke-3 bagi AS Roma, setelah menerima assist Radja Nainggolan menit ke 82. Pesta gol kemenangan AS Roma disempurnakan dengan gol ke-4 yang dicetak Mohamad Salah menit ke 84.

Udinese yang dikalahkan AS Roma memang bukan klub unggulan di pentas Liga Italia Serie A. Namun kemenangan telak 4-0 ini merupakan “sinyal” ancaman yang dilontarkan kubu AS Roma, terhadap sejumlah klub besar yang selama ini mendominasi Liga Italia. Setidaknya AS Roma merupakan ancaman serius bagi Juventus, juara Liga Serie A musim lalu. Klub asal kota Roma Italia ini juga mesti diwaspadai oleh klub-klub elit seperti Napoli, Inter Milan dan AC Milan.

Kehebatan daya serang AS Roma sebetulnya terletak pada dua striker Edin Dzeko dan Mohamed Salah. Edin Dzeko yang “dibuang” oleh Manchester City tampaknya ingin menunjukkan bahwa dia tetap produktif dalam mencetak gol. Demikian pula Mohamed Salah yang pernah membela Chelsea di era kepelatihan Jose Mourinho, ingin unjuk kebolehan bahwa dia pemain muda potensial yang haul gol.

Keunggulan daya serang AS Roma itu juga didukung oleh gelandang potensial Radja Nainggolan, yang bertindak sebagai jenderal lapangan tengah. Sementara di lini belakang tim asal Kota Roma ini diperkuat tria palang pintu Bruno Peres, Manolas serta Vermaelen. Ketiga pemain belakang ini terkenal amat disiplin sehingga pertahanan AS Roma sulit ditembus barisan penyerang tim lawan.